Jeffry Waluyo, Overland-Tandberg Manager
Disaster Recovery Plan

Data menjadi satu aset berharga bagi sebuah perusahaan. Setiap perusahaan pastinya ingin memproses suatu informasi dengan cepat. Namun, terkadang muncul masalah tak terduga terkait data atau sistem IT perusahaan. Untuk itu, disaster recovery plan (IT Disaster Recovery Plan, IT DRP) sangat diperlukan.

Bencana tak terduga bisa muncul sewaktu-waktu. Sebagai pemilik perusahaan yang antisipatif atas segala kemungkinan tak terduga ini, Anda dituntut untuk bersiaga dengan disaster recovery plan yang siap untuk diterapkan.

Pengertian Enterprise Disaster Recovery

Menilik pengertian dasar enterprise disaster recovery, ini merupakan prosedur tertulis dari suatu perusahaan yang berisi tentang strategi untuk menghadapi bencana atau insiden yang tidak direncanakan. Tujuannya adalah  untuk menyelamatkan data ketika terjadi bencana.

Metode ini melibatkan berbagai sistem teknologi, di antaranya seperti aplikasi, perangkat IT, sistem penyimpanan, dan data cadangan.

Program ini juga merupakan perencanaan yang baik untuk membantu Anda memberikan tanggapan atau respon yang sesuai terhadap bencana yang timbul. Dengan begitu, maka perusahaan dapat dipulihkan secara cepat dan tidak menggunakan banyak biaya.

Pentingnya Disaster Recovery untuk Bisnis Anda

Ketika perusahaan Anda mengalami sebuah insiden yang tidak direncanakan, tentunya Anda perlu menanggapi dan memulihkan perusahaan Anda. Oleh karena itu, company Disaster Recovery Plan sangat penting untuk bisnis Anda.

Berikut beberapa alasan dari pentingnya disaster recovery untuk bisnis Anda:

  1. Untuk meminimalkan kerusakan atau kerugian yang ditimbulkan dari suatu bencana.
  2. Untuk melatih anggota perusahaan dalam menghadapi bencana.
  3. Untuk meminimalkan biaya yang dikeluarkan akibat bencana.
  4. Membantu memberikan strategi dan pelayanan yang cepat.
  5. Membantu meminimalkan gangguan saat perusahaan beroperasi.
  6. Mengurangi risiko kehilangan data penting.

Pengertian IT Disaster Recovery Plan

Suatu bisnis harus dapat mengembangkan teknik pemulihan IT sendiri. Ini penting, karena IT berfungsi untuk menyimpan dan mengolah data. Jika IT menemui kendala, maka akan berdampak pada data yang disimpan. Oleh karenanya, perlu disiapkan IT DRP.

IT DRP sendiri merupakan rencana untuk memulihkan bencana seputar teknologi informasi. Dengan membuat rencana pemulihan tersebut,  Anda tidak perlu khawatir jika bisnis Anda menemui suatu bencana.

Cara Membuat Company Disaster Recovery Plan

Ketika ingin membuat rencana pemulihan bencana bagi perusahaan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Terkait company Disaster Recovery Plan ini, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, yakni sebagai berikut.

  1. Menentukan Tujuan; Anda harus menentukan dan menguraikan tujuan terkait pemulihan bencana yang akan dibuat. Hal ini penting agar saat menerapkannya, Anda tidak kebingungan dan akan fokus pada tujuan yang sudah Anda tentukan.
  2. Mencatat Anggota Perusahaan; Anda harus mencatat siapa saja anggota yang akan Anda pekerjakan. Begitu juga dengan tugas yang akan mereka kerjakan, semua dicatat harus di-list secara rinci.
  3. Identifikasi Aplikasi dan Sistem yang Penting; Selanjutnya Anda harus mengidentifikasi aplikasi dan sistem apa saja yang akan masukkan ke dalam DRP. Ini nantinya akan dikelompokkan lagi menjadi beberapa komponen yang diperkirakan mengalami failure dan dampak dari suatu bencana. Tahap ini meliputi:

Perencanaan disaster recovery center – Untuk disaster recovery center ini meliputi media penyimpanan lokal yang Anda gunakan, akan lebih baik dari awal sistem backup sudah disiapkan aman dari bencana. Pertimbangkan untuk menggunakan media penyimpanan di luar jaringan atau offsite yang bisa menjadi penyelamat Anda untuk melakukan recovery data.

Disaster recovery infrastructure – Kemudian, ditentukan pula disaster recovery infrastructure atau infrastruktur dari proses recovery nantinya. Bagian mana yang dilindungi dan bagaimana nanti proses setelah bencana.

Cloud backup disaster recovery – Cloud backup disaster recovery adalah bagian penting dalam hal ini. Gambaran umumnya adalah data di-backup ke cloud agar bila terjadi bencana, data penting tidak akan hilang dan bisa segera dipakai. Sistem pun dapat dengan cepat pulih.

Disaster recovery security – Keamanan alias disaster recovery security ditawarkan dengan adanya perlindungan terhadap data. Contohnya, data tetap akan terlindung aman setelah diterapkan DRP.

Memastikan RTO Dan RPO Mampu Dicapai

Recovery Time Objective (RTO) merupakan sasaran waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemulihan sistem, dan Recovery Point Objective (RPO) adalah sasaran jumlah data yang akan dipulihkan. Keduanya haruslah realistis agar Anda mampu mencapainya.

Rekam Perubahan Rencana

Rancangan yang sudah Anda buat dapat diubah. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu menyimpan perubahan yang terjadi dalam disaster recovery plan perusahaan Anda.

Disaster Recovery Plan yang menjadi solusi akhir adalah media penyimpanan di luar jaringan/offsite yang akan menyelamatkan data dan system Anda sehingga infrastruktur IT perusahaan Anda akan cepat pulih dan kembali normal. Rekomendasi kami adalah menggunakan LTO-Tape dan RDX Removable disk dari Overland Tandberg yang sudah terbukti sebagai media penyimpanan terbaik untuk menyelamatkan Anda dari bencana.