Indra Sapta Nugraha photo

Salah satu kekhawatiran yang selalu membuat was-was pengguna komputer adalah keberadaan virus-virus yang selalu mengintai dan mencari kesempatan untuk merusak perangkat kita, bahkan sampai terjadi pemerasan seperti kasus ransomware yang makin marak terjadi. Pada tahun 2017 lalu, FBI’s Internet Crime Complaint Center (IC3) menerima hampir 2000 aduan mengenai serangan ransomware yang jika ditotal menelan kerugian lebih dari $2,3 juta, serta $8 juta di tahun 2018. Dan dari laporan yang dibuat oleh mereka menunjukkan bahwa pergerakan masif mereka semakin canggih dan hampir dipastikan sukses mengenai targetnya.

Ransomware sendiri, diawal kemunculannya hanya merugikan individu-individu saja, namun seiring perkembangan waktu, dunia bisnis seperti perusahaan dan instansi ikut terkena dampak dari penyebarannya. Karena kita tahu, ransomware sendiri adalah software jahat atau biasa kita sebut virus yang memang sengaja dibuat untuk melakukan pemerasan terhadap korbannya dengan cara melakukan enkripsi file di perangkat korban dan agar korban dapat membuka kembali file yang terenkripsi, korban dituntut untuk menebus kunci decrypt-nya kepada penjahat dunia maya tersebut.

Lantas bagaimana Ransomware bekerja?

Ransomware saat ini ditengarai semakin maju, karena pembaharuan sistem keamanan yang dipasang untuk menghalaunya pun tidak pernah berhenti diperbaharui. Banyak metode yang mereka gunakan seiring dengan semakin intensnya kita berinteraksi dengan komputer. Baik itu dalam urusan bisnis ataupun untuk urusan individu. Serta semakin canggihnya teknik enkripsi yang digunakan oleh para penjahat dunia maya dalam melancarkan aksi pemerasan mereka terhadap korbannya.

Misalnya, ransomware sengaja disisipkan dalam bentuk email palsu kepada pihak finansial sebuah perusahaan seperti lampiran email mengenai faktur yang memungkinkan staf akan melakukan pengunduhan pada attachment yang ada, sehingga ransomware leluasa untuk mengakses sistem dan mengenkripsinya.

Contoh kasus yang lain yang marak terjadi adalah ketika kita menggunakan fitur chat atau pesan singkat di komputer, sebagai contoh yaitu facebook messenger. Ketika lawan bicara yang sebenarnya adalah orang yang dengan sengaja ingin mengirimkan ransomware untuk kita buka. Dengan banyak pendekatan yang tujuannya melakukan penipuan, bukan tidak mungkin korban akan tertarik untuk mengunduh apa yang dikirimkan oleh mereka yang ketika kita klik, maka komputer dan sistem kita jadi terinfeksi.

Mengetahui dampak kerugian yang ditimbulkan oleh ransomware sangat besar, tidak hanya perangkat yang rusak namun juga kerugian finansial yang ditimbulkannya. Maka mau tidak mau baik individu terlebih lagi dunia bisnis perlu untuk melakukan antisipasi serangan ransomware. Ada banyak metode yang bisa dilakukan untuk itu, seperti melakukan training yang tepat kepada staff tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan berkaitan dengan penggunaan perangkat komputer terlebih ketika berinteraksi dengan dunia maya. Karena bisa jadi virus tersebar karena ketidak tahuan orang dalam bagaimana berurusan dengan dunia maya dengan tepat.

Namun untuk pencegahan yang utama, perlu ada sistem pencadangan file atau yang biasa kita sebut dengan backup. Karena bagaimanapun, jika terjadi hal yang paling buruk yaitu ransomware telah menyerang dan menginfeksi file yang ada, maka untuk menghindari pemerasan adalah dengan merestore kembali file-file penting sehingga kita tidak perlu melakukan decrypt file yang telah terkena virus. Penting dilakukan juga untuk selalu melakukan update keamaan dan software yang ada pada sistem, karena ransomware pun terus menerus melakukan update demi mencari celah yang yang dapat ditembus pada sistem kita.

Salah satu brand yang terkenal memiliki teknologi ampuh untuk menangani ransomware adalah StorageCraft. Dengan kemampuan backup berlapis setiap 90 detik yang dilakukan oleh teknologi bernama OneXafe yang dapat mengamankan file kita sampai pada cloud yang sampai pada saat ini tidak bisa ditembus oleh ransomware, dan kita juga dapat me-restore file tersebut dalam hitungan detik, atau dalam hitungan menit untuk keseluruhan sistem ketika terjadi serangan ransomware berkat teknologi ShadowXafe-nya.

 

Add new comment

Plain text

  • Lines and paragraphs break automatically.
  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.